sebuah pengalaman seorang teman
Orangtuaku selalu mengekang aku. Setiap menit hidupku selalu diatur. Dengan siapa aku bergaul, harus dengan ijin dan sepengetahuan orangtuaku. Setiap pulang sekolah aku harus langsung pulang. Tidak ada ijin untuk main keluar rumah selain untuk kerja kelompok. Hidupku seolah-olah digenggam oleh tangan orangtuaku. Aku sudah mencoba berbicara dengan orangtuaku, tetapi omonganku hanya dianggap sebagai angin lalu dan tidak diperhatikan sama sekali. Apakah hidupku akan seperti ini terus???
Bagaimana hal ini bisa terjadi di zaman yang serba modern ini? Apakah masih ada zaman orangtua sebagai raja atas hidup anaknya di zaman dinamis ini?
Mari kita berefleksi, baik sebagai anak maupun sebagai orangtua.
Anak. Orangtuaku perhatian dan baik sama aku. Aku harus bangga punya orangtua seperti orangtuaku. Lagian, orangtuaku berbuat gitu juga demi kebaikan aku. Aku sering keterlaluan kalau bertindak dan aku berterima kasih sama orangtuaku yang selalu mengingatkan aku. Tapi aku jangan terus-menerus membiarkan hidupku diatur oleh orangtuaku. Aku sudah besar dan ini hidupku dan aku yang menjalani semua hidupku. Aku akan berbicara dengan orangtuaku, walaupun aku tidak didengar, aku akan terus mencoba berbicara dengan orangtuaku, sampai orangtuaku paham dan mengerti kalau aku juga butuh sedikit kebebasan. Orangtuaku boleh menegur aku ketika aku tidak pada tempatnya dan terlalu berlebihan. Tapi aku senang, punya orangtua. Aku cinta sama ayahku. Aku cinta sama ibuku.
Orangtua. Kami selalu ingin yang terbaik untuk anak kami. Kami tidak ingin anak kami mempunyai masa depan suram atau jelek. Kami ingin selalu berusaha agar masa depan anak kami baik dan sukses. Kami hanya ingin itu, tetapi mengapa anak kami selalu protes bahwa kami selalu mengekang dia. Apa mungkin kami terlalu tegas dalam mengatur hidup anak kami? Tetapi anak kami tidak pernah berbicara kepada kami dalam permasalahan ini. Oke. Mungkin kami terlalu mengekang. Kami akan mencoba berbicara dengan anak kami. Berbicara mengenai apapun yang selama ini tidak dibicarakan. Kami ingin mencoba membuka semua permasalahan dan mencoba untuk menyelesaikannya dengan anak kami. Kami sebagai orangtua sayang dengan anak kami dan ingin anak kami mempunyai masa depan yang sukses dan baik.
Semua permasalahan dapat selesai jika ada komunikasi antar yang bermasalah. Ketakutan dan kekhawatiran memang menjadi penghalang utama dalam memulai komunikasi antara orangtua dan anak. Orangtua takut dipandang jelek oleh anaknya. Dan anak khawatir apa yang dibicarakannya tidak didengarkan.
Marilah kita buka pikiran kita masing-masing untuk mendengarkan apa yang tidak dibicarakan. Memahami apa yang tidak terungkap. Dan merasakan apa yang tidak terasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar